Rabu, 09 Maret 2011

oportunis

Dalam pengalaman Kita, pasti pernah dijumpai ada tipe manusia yang oportunis. Yang penting kebutuhannya terpenuhi, dan tidak 'care' dengan idealisme yang pernah ia usung. Sebelumnya, saat tidak bermateri,tidak berkuasa,dan tidak berstatus, nilai idealisme menjadi bagian penting dalam 'wirid' 'dan tasbih' hidupnya.

Kini setelah bermateri, berkuasa dan berstatus, idealisme itu mulai berangsur hilang. Tak ada yang abadi, kecuali kepentingan yang abadi. Teman-temannya yang masih pegang nilai-nilai idealisme, ditinggalkan secara perlahan. Mungkin karena khawatir, merongrong apa yang sekarang ia punya. orang-orang yang dulu dimaki karena korup, dicerca karena asusila, kini menjadi kawan akrab.

Ah.... ada juga yang kayak gini.

Tidak ada komentar:

Jangan Sampai Tali Terakhir Itu Ikut Putus

Oleh: Mulyawan Safwandy Nugraha Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung Ada orang yang kalau mendengar pembicaraan tentang shalat langsung sibu...