Jumat, 05 Agustus 2011

CARA MENABUNG YANG BIJAK


Pada umumnya, orang bekerja/usaha bertujuan untuk mendapatkan penghasilan/uang, dimana uang tersebut akan digunakan untuk memenuhi Kebutuhan Dasar (Makanan, Pakaian dan Rumah). Kemudian sisanya akan ditabung.

Tujuan menabung sendiri adalah untuk:

Dana Pendidikan Anak (buah hatinya), bagi yg telah berkeluarga

Dana Masa Depan (haji atau pensiun yang lebih baik)

Dana Darurat

Dapat dikatakan bahwa ketiganya merupakan IMPIAN dari kebanyakan orang.
Untuk mencapai impian tersebut, orang harus menabung selama 10 ~ 20 tahun…
bahkan sampai seumur hidup.
Lalu, dimana biasanya orang menabung…?

Contoh 1:

Bapak “X” yg merupakan karyawan di salah satu perusahaan di Jakarta. Beliau berusia 35 tahun dan telah berkeluarga serta memiliki dua orang anak.

Beliau menabung disebuah Bank.

Bulan 1 menabung sebesar Rp. 2 Juta

Bulan 2 menabung sebesar Rp. 2 Juta

Bulan 3 menabung sebesar Rp. 2 Juta

Bulan 4 , Bapak “X” terkena PENYAKIT KRITIS dan membutuhkan biaya Rp.200 Jt.

Apa yg terjadi…?
Apakah Bank akan memberikan dana tersebut…?
Bapak “X” hanya mendapatkan Rp. 6 juta dari tabungannya + Bagi hasil.
Sungguh sebuah MASALAH BESAR.

Contoh 2:

Bapak “Y” yg merupakan karyawan di salah satu perusahaan di Jakarta. Beliau berusia 35 tahun dan telah berkeluarga serta memiliki dua orang anak.

Beliau menabung disebuah Bank + Asuransi.

Bulan 1 menabung sebesar Rp. 2 Juta

Bulan 2 menabung sebesar Rp. 2 Juta

Bulan 3 menabung sebesar Rp. 2 Juta

Bulan 4 , Bapak “Y” terkena PENYAKIT KRITIS dan membutuhkan biaya Rp.200 Jt.

Apa yg terjadi….?
Apakah Bank akan memberikan dana tersebut?
Karena Bapak “Y” menabung pada bank yang menyertakan asuransi maka ada kemungkinan dana sebesar Rp.200 juta tersebut akan ditanggung oleh asuransinya

Apakah masalah bapak “Y” sudah selesai..??? BELUM.. tentu!

Karena penyakitnya tersebut beliau tidak dapat bekerja dengan maksimal. Lalu, bagaimana dengan biaya hidup keluarganya sehari-hari…?
Bagaimana dengan premi yang harus dibayarnya…?
Bagaimana dengan rencana tabungannya….?
Adakah yang akan mengisi dan melanjutkan tabungannya…?
BAGAIMANA dengan Impian²nya…..?
BAGAIMANA dgn Dana Pendidikan kedua anaknya…..?
BAGAIMANA dgn Kelangsungan hidup keluarganya….?

Adakah semua itu dapat dipenuhinya?

Ini Sungguh sebuah MASALAH BESAR


Contoh 3

Bapak “Bijak” yg merupakan karyawan di salah satu perusahaan di Jakarta. Beliau berusia 35 tahun dan telah berkeluarga serta memiliki dua orang anak.

Beliau menabung disebuah “Tabungan Khusus”. Tabungan yang terdiri dari Proteksi & Investasi.

Bulan 1 menabung sebesar Rp. 2 Juta

Bulan 2 menabung sebesar Rp. 2 Juta

Bulan 3 menabung sebesar Rp. 2 Juta

Bulan 4 , Bapak “Bijak” terkena PENYAKIT KRITIS dan membutuhkan biaya Rp.200 Jt.

Apa yang terjadi…?

“Tabungan Khusus” akan membayarkan biaya Rp. 200 juta.


Bagaimana dengan Tabungannya?

“Tabungan Khusus” akan menabungkan untuk Bapak “Bijak” sebesar Rp. 2 Juta setiap bulannya hingga Bapak “Bijak” berusia 55 tahun.
Dengan demikian segala IMPIAN bapak bijak akan terwujud walaupun dia terkena sakit kritis...!

Bagaimana mungkin…???
Bagaimana hal ini dapat terjadi….???

Itu SUNGGUH Terjadi di “Tabungan Khusus”.

Tidak ada komentar: